Senin, 06 Januari 2014

tugas smp 2

Nama: Arief Rahman Hakim                                                  Kelas/No.Absen: 9i/5

Tanggal 16 Desember hari senin,berhubungan dengan tidak mengikuti study tour disekolah saya SMP 2 Bogor saya di beri tugas ke museum daerah sekitar Bogor.
Museum yang saya kunjungi adalah Museum Perjuangan yang tepatnya ada di Jl.Kartini Bogor

A. Sejarah Gedung Museum Perjoangan Bogor
     Gedung bertingkat dua yang terletak di Jalan Merdeka Bogor (dulu disebut Jalan Tjikeumeuh Bogor No.28) berhadapan dengan pekuburan Belanda "Memento Mori" dan sekarang berhadapan dengan Pusat Grosir Bogor (PGB). Gedung ini adalah peninggalan bersejarah dari masa ke masa, sejak penjajahan Belanda sampai awal kemerdekaan Republik Indonesia.
     Bila kita meneliti lebih jauh, didirikannya gedung ini awal tahun 1897, kemudian tanggal 7 Juli 1897 dimiliki oleh seorang bernama Wilhelm Gustaff Wissner dijadikan gudang barang-barang. Setelah beberapa kali beralih kepemilikannya pada tanggal 16 Desember 1953, gedung ini dimiliki oleh saudara Umar bin Usman Alwahab dengan surat Figendom Verponding Nomor: 4016, kemudian gedung tempat berkumpul ini pada tnggal 17 Maret 1958 oleh pembantu utama pelaksana Kuasa Perang Daerah KMS Bogor, diserahkan sepenuhnya kepada Yayasan Museum Perjoangan Bogor untuk digunakan sebagai Sekolah Rakyat. Kemudian pada tanggal 20 Mei 1958, gedung ini dihibahkan (disumbangkan) sepenuhnya kepada Yayasan Museum Perjoangan Bogor dengan akta Notaris J.L.L Wonas di Bogor.
     Para pemimpin pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia dari daerah Karesidenan Bogor dan sekitarnya mengadakan pertemuan di rumah Bupati R.E. Abdullah Jl. Panaragan No.31 pada tanggal 26 Oktober 1957. Pertemuan tersebut telah menghasilkan satu ketetapan yaitu dijadikannya Gedung Tjikeumeuh No.28 sebagai Gedung Monumen Nasional untuk selamanya dan Museum Perjuangan pada saat itu merupakan Museum Perjuangan pertama yang didirikan di Nusantara.

B. Letak, Aksebilitas, dan Topografi
     Museum Perjoangan Bogor pada awal pendiriannya terletak di pusat keramaian dan hingga kini berada di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor yaitu, Pusat Grosir Bogor (PGB). Kondisi topografi dari Museum Perjoangan Bogor merupakan refleksi dari topografi Kota Bogor, yaitu berada pada wilayah rangkaian pegunungan yang mengelilingi Kota Bogor. Termasuk ke dalam Wilayah Lipatan Utara yang tertutup bahan vulkanik endapan sungai dari Gunung Salak dan Gunung Gede. Sebagian besar daerah ini mengandung Tanah liat, lapisan batu-batuan dan pasir.
     Keadaan tanah bersifat naik-turun yang merupakan gabungan lembah dan tebing dengan kedalaman tanah 16-20 meter dari permukaan kota. Sedangkan untuk ketinggiannya berada pada kisaran antara 200-300 meter dari permukaan laut. Bangunan gedung yang terdiri atas dua lantai ini merupakan bengunan peninggalan zaman kolonial Hindia Belanda ketika menjajah Indonesia. Gedung Museum Perjoangan Bogor sejak awal pendiriannya telah mengalami beberapa kali perombakan atau renovasi fisik bangunan.
     Museum Perjoangan Bogor (MPB) merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang didirikan di atas areal anah seluas 650 m2, dengan deskripsi luas bangunan 515 m2 yang terdiri atas dua lantai sebagai gedung utama dan dilengkapi oleh ruang kantor dan musholla pada bagian kiri dan kanan. Menurut letak administrasi kepemerintahan, termasuk ke dalam Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, dengan batas kawwasan sebagai berikut:
Utara   : Berbatasan dengan Jalan MA. Salmun
Selatan: Berbatasan dengan Jalan Mayor Oking dan areal ex SMP Hutabarat
Timur  : Berbatasan dengan areal pemukiman penduduk
Barat   : Berbatasan dengan Jalan Merdeka
     Kondisi aksetabilitas menuju Museum Perjoangan Bogor dapat dikategorikan cukup mudah. Karena letaknya yang berada di pusat Kota Bogor dan dapat ditempuh dalam beberapa menit dari pintu gerbang utama Kota Bogor (Jalan bebas hambatan/ tol Jagorawi). Museum Perjoangan Bogor dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum berupa angkutan perkotaan yang memiliki jalur trayek melalui pintu-pintu masuk Museum Perjoangan Bogor ataupun dengan menggunakan kendaraan tradisional becak.

C. Tujuan Pokok Museum Perjoangan Bogor
     Tujuan pokok didirikannya Museum Perjoangan Bogor pada saat peresmian awal, sebagai berikut:
1. Memupuk dan memelihara semangat Revolusi 17 Agustus 1945. Mewariskan jiwa dan semangat
    Proklamasi Kemerdekaan kepada angkatan muda dan keturunan yang akan datang (generasi
    mendatang).
2. Patriotik dan heroik (kebangsaan dan kepahlawanan) sebagai Monumen Nasional yang hidup
    untuk mengenang dan memperingati serta memuliakan para pahlawan Kemerdekaan Republik
    Indonesia.
3. Historis (sejarah) sebagai penyalur dan penghubung dari rakyat karesidenan Bogor dalam
    perjuangannya untuk mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
4. Paedagogis (pendidikan) sebagai alat pendidikan bagi masyarakat terutama bagi anak-anak dan
    pemuda harapan bangsa.
5. Kultural (kebudayaan) sebagai tempat memupuk dan penyimpanan hasil-hasil karya dari cabang
    kehidupan dan kebuidayaan yang sesuai dengan jiwa dan semangat Proklamasi Kemerdekaan 17
    Agustus 1945.

D. Struktur Organisasi Museum Perjoangan Bogor
     Museum Perjoangan Bogor kegiatan pengelolaannya berada di bawah sebuah yayasan yakni, Yayasan Museum Perjoangan Bogor (MPB). Yayasan Museum Perjoangan Bogor didirikan oleh para pejuang yang berasal dri daerah sekaresidenan Bogor setelah perang Revolusi Fisik tahun 1945-1950. Yayasan ini didirikan dengan maksud dan tujuan untuk mengakomodir setiap bentuk pesan dan keinginan dari para pejuang RI yang menginginkan Kemerdekaan sejati bagi bangsa dan Negara.
     Yayasan Museum Perjoangan Bogor (MPB) memiliki seperangkat kepengurusan yang bersifat independent. Kepengurusan yayasan dapat terdeskripsi secara jelas dalam bagan struktur organisasi yayasan. Melalui struktur tersebut dapat terlihat garis komando yang terdapat di museum secara jelas untuk setiap jabatan. Yayasan MPB memiliki visi yakni "Mewariskan semangat dan jiwa Proklamasi Kemerdekaan kepada angkatan muda dan keturunan yang akan datang." Melalui visi tersebut coba dikembangkan satu upaya pencapaian visi yang tercantum pada misi Yayasan MPB. Misi dari Yayasan MPB salah satu di antaranya adalah dengan mendirikan Museum Perjoangan Bogor dan berbagai fasilitas yang terkait dengan keberadaan museum tersebut.


Foto ini adalah pintu masuk museum perjuangan Bogor .


      Foto ini saat saya berada di dalam Museum Perjuangan Bogor.Tepat di belakang saya ada beberapa pahlawan yang berjuang mempertahankan negara ini dari para penjajah (sekutu)
 
Foto ini saat saya berada di dalam Museum Perjuangan Bogor tepat di samping saya ada lukisan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 yang pada saat itu di bacakan oleh Ir.Soekarno.
 
Ini adalah beberapa senjata yang digunakan oleh pahlawan -pahlawan kita untuk melawan para penjajah (sekutu).
 



                                                                                                                                                               Ini adalah beberapa pakaian yang di pakai oleh pahlawan - pahlawan kita untuk melawan para penjajah(sekutu) dan masih ada yang berlumuran darah para pejuang kita.



Di bawah ini adalah foto para pejuang.



Ini adalah miniatur saat terjadinya perang dulu.



Ini adalah mesin tik yang digunakan untuk menulis pada zaman dulu.


Ini adalah beberapa koran zama dulu



 
Dan ini adalah foto saya dan teman - teman smpn 2 Bogor  yang juga ikut ke Museum Perjuangan Bogor.